Pemerintah Provinsi NTT meminta aparat keamanan segera mengejar, menangkap, dan memproses secara hukum seluruh pelaku peristiwa tersebut. “Peristiwa seperti ini tidak boleh terus berulang di Tanah Papua. Negara harus hadir dan memastikan setiap anak bangsa yang mengabdi di mana pun berada mendapatkan rasa aman dan perlindungan,” ujarnya.
Khusus kepada keluarga dua korban asal NTT, Gubernur menyampaikan bahwa jenazah akan tiba di Kupang dan Pemerintah Provinsi NTT akan menjemputnya. Ia juga menyoroti semangat pengabdian keduanya. “Dua anak muda NTT ini memilih mengabdi di tempat yang tidak mudah. Mereka menunjukkan bahwa kebangsaan dan kemanusiaan tidak mengenal batas daerah.”
Laka Lena juga mengaitkan semangat pengabdian itu dengan situasi pasca-gempa di wilayah Flores, NTT. “Saat ini, dari Flores kami merasakan bagaimana anak-anak bangsa dari berbagai penjuru Indonesia datang membantu masyarakat terdampak gempa. Demikian pula Willi dan Alfonsius telah hadir membantu masyarakat Papua.”
“Semoga pengabdian mereka menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus berbuat baik bagi negeri, di NTT, Papua, dan di mana pun kita berada. Selamat jalan Willi Mbuik dan drh. Alfonsius Albinus Mehan. Semoga Tuhan menerima amal pengabdian dan menempatkan kedua putra terbaik NTT ini di sisi-Nya,” tutup Laka Lena.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












