EM melanjutkan, “Karena setelah makan, saya merasa pusing dan ingin tidur, jadi saya menjawabnya, ‘Sebentar, baru saya minum!’. Namun, respons singkat tersebut justru memicu amarah pelaku. “Saat saya menjawab begitu, dia menjadi emosi dan langsung menampar saya dua kali di pipi kiri dan kanan. Kemudian, dia menyeret saya keluar dari dalam kamar dan memukul saya di bagian tengkuk,” ceritanya.
Pukulan bertubi-tubi di area leher dan kepala membuat EM merasa pusing hebat hingga ia terjatuh di kursi. “Pukulan di tengkuk itu langsung membuat saya pusing dan jatuh di kursi. Saat saya jatuh, dia bilang saya pura-pura jatuh. Kemudian, dia mengangkat saya lagi dan memukul saya sampai jatuh ke etalase, dan saya semakin pusing,” ungkapnya.
EM menambahkan, “Saat saya jatuh ke etalase, dia bilang saya pura-pura jatuh supaya ada bunyi agar tetangga mendengar. Lalu, dia mengangkat saya lagi dan memukul tengkuk saya, tuturnya.
Untuk menjaga keselamatannya, EM memilih diam dan hanya berteriak minta ampun. “Jadi saat dia memukul, saya hanya teriak minta ampun. Karena jika saya berteriak keras, dia akan mengangkat kursi untuk memukul saya, jadi saya takut. Saya hanya mengatakan, ‘Ampun, ampun, ampun,” kata EM sambil menangis.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












