Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Charlie Paulus: KUR Harus Menggerakkan Ekonomi, Bukan hanya Bantuan Gratis

Reporter : EssyEditor: FB

Pada tahun 2026, Bank NTT memperoleh alokasi KUR sebesar Rp 350 Miliar. Dari jumlah itu, Rp 50 Miliar dialokasikan bagi pembiayaan pekerja migran asal NTT.

Ia menyebutkan, pembiayaan tersebut sangat membantu calon pekerja migran untuk memenuhi kebutuhan sebelum keberangkatan, seperti pelatihan, pengurusan dokumen, biaya perjalanan, serta kebutuhan hidup awal di negara tujuan. Dengan bunga sekitar 6 persen dan plafon pinjaman hingga Rp 100 juta, program ini dinilai cukup ringan bagi masyarakat.

Selain untuk pekerja migran, penyaluran KUR tahun ini juga diprioritaskan pada sektor-sektor produktif yang mendukung ekonomi daerah, termasuk pertanian, peternakan, dan usaha mikro berbasis pangan.

Charlie menambahkan, KUR terdiri atas kredit modal kerja untuk operasional usaha dan kredit investasi yang digunakan membeli aset tetap atau mengembangkan fasilitas usaha.

Baca Juga :  Sehari Usai Dilantik, Ketua Baru PMI Malaka Langsung Dirikan Posko Bantuan Gempa Flores

Saat ini Bank NTT memiliki 222 jaringan kantor di berbagai wilayah NTT. Jaringan tersebut akan terus dimaksimalkan untuk memperluas akses pembiayaan hingga ke sentra ekonomi dan pelaku UMKM di tingkat kecamatan.

“Kami ingin KUR benar-benar menjadi alat penguatan ekonomi masyarakat, bukan hanya program sesaat,” tutup Charlie.***

 

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung