Karena itu, Pemerintah Kabupaten Malaka di bawah kepemimpinan pasangan SBS–HMS menetapkan pembangunan bronjong di wilayah tersebut sebagai program prioritas yang dilaksanakan secara bertahap pada tahun 2025 hingga 2026.
Selain meninjau pembangunan, Bupati juga mengingatkan masyarakat agar ikut menjaga fasilitas yang telah dibangun pemerintah tersebut.
Ia meminta warga tidak melakukan aktivitas yang dapat merusak bronjong, seperti menambang pasir di sekitar lokasi, membakar sesuatu di atas kawat bronjong, ataupun membiarkan kendaraan roda empat melintas di atas konstruksi tersebut.
“Bronjong ini harus dijaga bersama. Tidak boleh ada tambang pasir di sampingnya, tidak boleh kendaraan roda empat lewat di atasnya, dan jangan membakar apa pun di atas kawat bronjong karena bisa merusaknya,” tegasnya.
Menurutnya, Kali Benenai merupakan salah satu sungai besar di wilayah Malaka yang memiliki potensi arus kuat serta tingkat erosi tinggi, sehingga perlindungan bantaran sungai menjadi hal penting untuk keselamatan warga.
Bupati mengaku senang karena masyarakat Desa Oekmurak menyambut baik pembangunan bronjong tersebut.
“Saya senang sekali karena masyarakat Oekmurak merasa terbantu dengan pembangunan ini. Rumah-rumah mereka kini lebih aman dari ancaman longsor,” ujarnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












