Kunjungan berlanjut ke Kampung Toka, di mana seorang anak penyandang disabilitas dan keluarganya menyambut dengan air mata. Di Kampung Longko, Desa Bangka Kantar, kado diberikan kepada penyintas beserta istri dan balitanya. Lalu ke Kampung Waereca, Kelurahan Rana Loba, seorang penyintas stroke lagi-lagi menangis haru.
Perjalanan ditutup di Kampung Peot dan Kembur, Kelurahan Peot, dengan penyerahan kado terakhir kepada penyandang disabilitas psikososial yang masih dipasung.
“Kami merasakan betapa beratnya perjuangan keluarga yang merawat mereka. Kami berbagi kasih seadanya, tapi dari hati,” kata Maria.
Astri dan Koniaty, dua anggota komunitas, menyatakan bahwa Komunitas Perempuan Athena akan terus berkolaborasi dengan komunitas perempuan lain di Manggarai Timur untuk melakukan aksi kemanusiaan.”Komunitas perempuan di sini masih sangat terbatas. Kami hadir untuk bergerak bersama dalam karya kasih,” ujar mereka berdua.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












