Terkait penyebab gangguan kesehatan para siswa, dr. Muchrizal menyatakan adanya indikasi kuat keterkaitan dengan makanan yang dikonsumsi, namun kesimpulan pasti masih memerlukan pemeriksaan sampel makanan oleh pihak berwenang.
“Penyebab muntah-muntah itu kemungkinan besar akibat makanan. Kejadian berlangsung di sekolah dan tepat setelah konsumsi makanan dari SPPG Umalawain. Jadi kemungkinan besar penyebabnya dari sisi makanan, bukan infeksi lain,” tegasnya.
Meski demikian, kesimpulan pasti apakah ini kasus keracunan atau tidak, belum dapat ditegaskan. Pemeriksaan sampel makanan dan penyelidikan lebih lanjut menjadi wewenang Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka hingga tingkat provinsi.
“Namun untuk kesimpulan pasti apakah ini keracunan atau bukan, kami belum bisa menyimpulkan. Pemeriksaan terhadap sampel makanan harus dilakukan oleh Dinas Kesehatan. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak Dinkes,” ujarnya.
Kondisi keempat siswa saat ini dalam pengawasan medis dan terus dipantau perkembangannya. RSUPP Betun berkomitmen memberikan pelayanan optimal hingga seluruh pasien pulih sepenuhnya.
Hasil pemeriksaan sampel makanan oleh Dinas Kesehatan menjadi kunci untuk memastikan penyebab pasti gangguan kesehatan yang menimpa para siswa SDK Kabukaran. Perkembangan selanjutnya akan diberitahukan setelah ada hasil resmi dari pihak berwenang.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












