Sebaran siswa yang mengalami gangguan kesehatan meliputi seluruh tingkatan kelas: satu siswi Kelas I, satu siswa laki-laki Kelas II, 17 siswa Kelas III (7 laki-laki dan 10 perempuan), dua siswa laki-laki dan dua siswi Kelas IV, satu siswa laki-laki Kelas V, serta empat siswi Kelas VI. Secara keseluruhan, 11 siswa laki-laki dan 16 siswi perempuan mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan tersebut.
Hingga saat ini, penanganan medis terus berlangsung. Sebanyak lima siswa masih menjalani perawatan dan pemantauan di Puskesmas Weliman, sementara empat siswa lainnya harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun karena kondisinya memerlukan penanganan lebih lanjut. Sementara itu, 18 siswa lainnya telah menjalani pemeriksaan medis dan dipulangkan setelah dinyatakan membaik serta tidak menunjukkan gejala lanjut.
Pantauan awak media di lokasi penanganan juga menyaksikan langsung salah satu siswa yang sedang ditangani petugas medis tiba-tiba muntah dan mengeluarkan sisa makanan yang baru saja diterima dari program MBG.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka, drg. Paskalia Frida Fahik, menegaskan bahwa hingga saat ini status kejadian masih berupa dugaan keracunan makanan. Penyebab pasti dan keterkaitan langsung dengan makanan dari SPPG Umalawain belum dapat dipastikan sebelum adanya hasil uji laboratorium. Mengingat Kabupaten Malaka belum memiliki fasilitas alat uji laboratorium yang memadai, sampel harus dikirim ke Kupang untuk pemeriksaan lebih mendalam.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












