Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Wahana Visi Indonesia Gelar Pertemuan Lintas Sektor di Kabupaten Malaka, Ini Yang Dibahas

Reporter : Yan KlauEditor: Redaksi
Wahana Visi Indonesia Gelar Pertemuan Lintas Sektor di Kabupaten Malaka, Ini Yang Dibahas/ istimewah

TimorMedia.Com – Wahana Visi Indonesia (WVI) menggelar pertemuan lintas sektor yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Malaka pada Selasa (15/4/2025).

Pertemuan ini dihadiri oleh sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kabupaten Malaka, termasuk Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, serta instansi yang bergerak di bidang perlindungan anak dan ekonomi.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin punya website? Klik Disini!!!

Kegiatan ini menggunakan tiga pendekatan utama yaitu pengembangan transformasional, advokasi, dan tanggap bencana. Ketiganya menjadi kerangka kerja utama WVI dalam mendorong pemberdayaan anak, keluarga, dan masyarakat rentan.

Baca Juga :  Khidmat dan Tertib, Kecamatan Weliman Peringati HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Direktur Manager Zona Wilayah NTT WVI, Portonatas B. Tamba, menjelaskan bahwa pertemuan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian kegiatan yang telah dimulai sejak Februari 2025.

“Waktu itu kami sudah bertemu Bapak Bupati dan beberapa OPD, bahkan turun langsung ke desa. Untuk tahap awal, kami fokus pada tiga desa: Lamudur, Wederok, dan Angkaes, karena desa-desa ini sering terdampak banjir,” ujar Portonatas.

Baca Juga :  Hadiri Pemberkatan Jembatan Numbei, Ketua DPRD Malaka Sampaikan 3 Pesan Penting untuk Warga

Ia mengungkapkan bahwa banjir yang terjadi hampir setiap tahun sangat berdampak pada anak-anak, terutama dalam hal gizi buruk serta permasalahan sosial akibat banyaknya orang tua yang merantau karena alasan ekonomi.

“Ada empat aspek utama yang kami soroti, terutama karena data menunjukkan angka yang cukup tinggi. Oleh sebab itu, kami membangun kerja sama jangka panjang dengan pemerintah daerah,” tambahnya.

Baca Juga :  Hadiri Pameran Pembangunan HUT ke-81 RI, Ketua DPRD Malaka Cek Kesehatan, Tinjau Stand, dan Sapa Warga

Rencananya, pada awal Mei, WVI akan mulai melakukan perancangan kegiatan di ketiga desa tersebut, yang tentunya akan melibatkan OPD terkait.

“Kegiatan ini dirancang untuk berjalan selama 10 hingga 12 tahun, tergantung pada respon dari Pemda Malaka. Kami tidak bisa bekerja sendiri, perlu kolaborasi erat dengan pemerintah, gereja, dan masyarakat,” tegasnya.*

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung