Henri Melki Simu menjelaskan, pola pembangunan partisipatif yang melibatkan masyarakat merupakan pendekatan strategis dalam memberdayakan masyarakat sebagai subjek pembangunan dan perubahan perilaku hidup sehat secara berkelanjutan.
Henri Melki Simu juga menegaskan bahwa, “di era saat ini, data adalah kekuatan.” Tanpa data yang tepat, akurat, dan mudah diakses, pelayanan publik, terutama dalam bidang kesehatan, akan berjalan lambat dan kurang tepat sasaran.
Oleh sebab itu, kata Wakil Bupati, penting untuk memiliki sistem informasi kesehatan yang dapat mengatasi tantangan yang ada dan memastikan setiap warga Desa mendapatkan layanan kesehatan yang tepat waktu dan sesuai kebutuhan mereka.
“Sistem ini harus mampu mencatat dan menyampaikan informasi secara terbuka dan akurat kepada masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, Wakil Bupati menegaskan, kedepannya manajemen pelatihan website Desa perlu diperluas, tidak hanya untuk 10 Desa ini, tetapi juga untuk 117 Desa lainnya, agar semua dapat menerapkan website Desa dengan dukungan pelatihan dari UPKM CD Bethesda YAKKUM. **(fb)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












