Agenda akan dilanjutkan pada hari kedua, Minggu (10/5), dengan sesi workshop atau praktik langsung di RSUPP Betun. Sesi ini dirancang untuk memastikan nakes menguasai keterampilan klinis, mulai dari teknik pemasangan infus terbaru pada bayi, penanganan perdarahan pada pasien kandungan, hingga prosedur penanganan kasus kejang dan kegawatdaruratan medis lainnya.
Selain aspek medis, Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, hadir sebagai keynote speaker utama. Sebagai pakar di bidang kesehatan masyarakat (Master of Public Health), Bupati memaparkan materi mengenai “Style and Performance of Human Health Resources in Malaka,” atau istilah bahasa Indonesianya, “Gaya dan Kinerja Sumber Daya Manusia Kesehatan di Malaka.”
Selain Bupati, Sekretaris Daerah (Sekda) turut memberikan materi terkait standar pelayanan publik, serta Kepala Dinas Kesehatan yang memaparkan optimalisasi sistem rujukan dari Puskesmas ke Rumah Sakit.
Kegiatan ini memberikan keuntungan bagi peserta dalam hal pengembangan karier. Melalui simposium ini, bidan, perawat, maupun dokter mendapatkan Satuan Kredit Profesi (SKP) yang diperlukan untuk perpanjangan Surat Tanda Registrasi (STR).
“Kami sudah memastikan kegiatan ini terhubung dengan platform Pelataran Sehat Kementerian Kesehatan. Jadi, seluruh kredit profesi yang didapat peserta diakui secara nasional melalui akun Satu Sehat,” tambah dr. Oktelin.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












