Menurutnya, masyarakat memiliki hak untuk mengetahui kondisi sebenarnya dari pemerintahan sebelumnya. “Nanti kita akan lihat, saya tidak ancam! Mulai dari atas sampai di bawah kita akan audit,” pungkasnya.
SBS juga berbicara tentang masalah infrastruktur yang dihadapi masyarakat Kabupaten Malaka. Ia mencatat bahwa rakyat memiliki dua persoalan utama: masalah yang dihadapi sehari-hari dan kebutuhan akan infrastruktur dasar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. “Masyarakat bukan butuh gedung atau lampu-lampu, tetapi infrastruktur yang memungkinkan masyarakat berkembang,” jelas SBS.
Ia menyoroti kondisi jalan yang menyedihkan, seperti penggunaan drum sebagai tanda adanya lubang, sebagai suatu hal yang patut diperbaiki.
“Jalan raya pasang drum untuk menandai bahwa itu ada lobang. Aduh memalukan sekali. Tapi selama saya tidak jadi bupati, saya tidak pernah keluarkan statmen yang mengeritik tentang pemerintahan ini..Tidak! Saya punya rumus, biarkanlah rakyat yang memberikan penilaian, karena setiap orang ada masanya, setiap masa ada orangnya. Dan pada saatnya rakyat akan menghakimi kita, rakyat akan mengadili kita,” tandanya.
“Tanggal 27 November 2024 rakyat akan menghakimi kita, rakyat akan memberikan pilihan kepada siapa mereka akan pilih,” tutupnya. *(Ferdy Bria)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












