Namun bagi dr. Oktelin, beban tersebut adalah panggilan yang wajib dijalankan sebaik-baiknya, mengingat banyaknya masyarakat yang membutuhkan pertolongan. Ia bukan nama baru di dunia kemanusiaan. Sebelum menjadi PNS, ia pernah mengabdi sebagai tenaga medis relawan bencana ke berbagai wilayah terdampak, mulai dari Aceh pasca-tsunami, Nias, Pangandaran, hingga Yogyakarta. Pengalaman di garis depan penanganan bencana serta pengelolaan layanan kesehatan di RSUPP Betun menjadi bekal utamanya memimpin PMI Malaka.
“Memang jiwa saya terpanggil untuk menjadi relawan kemanusiaan. Tidak pernah terlintas di pikiran saya untuk mengejar keuntungan materi. Saya bekerja untuk melayani sesama,” tegasnya mantap.
Ia juga menyebut dirinya baru paham sepenuhnya luasnya cakupan kerja PMI setelah menerima amanah. “Awalnya saya mengira PMI ini hanya mengurus urusan darah. Ternyata enam bidang kerja dengan cakupan sangat luas, dimulai dari urusan kemanusiaan yang menjadi inti keberadaannya,” ujarnya.
Pelantikan ini berlangsung hanya beberapa hari setelah gempa bumi berkekuatan 7,5 SR mengguncang wilayah NTT pada 15 Agustus lalu. Kondisi itu membuatnya semakin menyadari besarnya tanggung jawab yang diemban.
“Saya sempat berpikir, ‘betapa beratnya tugas ini’. Artinya, di hadapan saya pekerjaan yang harus diselesaikan cukup berat. Tanggung jawab kami di PMI adalah sebagai organisasi nasional maupun internasional, maka kami pasti harus selalu hadir di tengah masyarakat,” kata dr. Oktelin.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












