“Setelah terpilih, maka saya bawa bukan 10 ekor lagi tapi 13 ekor sapi paron. Namun sampai dengan sekarang ini saya belum dengar laporan dari Simon Nahak bahwa sapi 13 ekor sudah di potong untuk rakyat malaka,” jelas Nubatonis.
Nubatonis merasa kecewa karena hingga saat ini belum menerima informasi terkait pemotongan sapi tersebut untuk masyarakat Malaka.
“Yaaa sampai dengan sekarang 13 ekor sapi yang saya bawa tidak ada laporan. Dipotong untuk rakyat makan atau dijual untuk pribadi saya juga tidak tahu. Demi akuntabilitas politik harus ada laporan tapi sampai dengan hari ini saya belum dapat laporan,” ungkap Nubatonis.
Nubatonis mengisahkan, setelah menerima 13 ekor sapi dan kain adat, tindakan Simon Nahak mengejutkan banyak pihak. Hanya satu minggu setelah penyerahan, Simon Nahak memutuskan untuk mengundurkan diri dari Partai Perindo.
“Tragisnya bapak ibu, kami datang sebanyak 80 mobil dengan semua ketua DPD se-NTT termasuk Ketua DPD Kabupaten Malaka yang sekarang ada disini sebagai saksi mata. Kami serahkan sapi dan kain mungkin hampir 2 karung (kain adat-red), dan Tilangga dari Rote. Setelah kami serahkan 1 minggu kemudian dia buat pengunduran diri ke Ketua DPD Perindo Malaka. Sangat mengecewakan sekali,” ungkap Nubatonis.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












