Langkah Strategis: Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal
Untuk menghadapi ancaman tersebut, Dagun menyarankan perlunya langkah strategis. Salah satu cara yang paling efektif adalah melalui pendidikan. Dengan menyusun buku pendidikan berbasis kearifan lokal Manggarai untuk SD, SMP, dan SMA, kita dapat membangun karakter anak-anak Manggarai yang berpijak pada kearifan lokal.
“Buku ini akan mengambil inspirasi dari karya monumental Verheijen, yang mendokumentasikan kehidupan Manggarai secara mendalam—mulai dari kebiasaan, kepercayaan, cerita rakyat (bundu), torok, tudak, hingga ritual kelahiran, perkawinan, dan kematian,” paparnya.
Lebih lanjut, Dagun menambahkan, Verheijen juga mencatat kekayaan alam Manggarai, termasuk tumbuhan (dilengkapi nama Latin), burung, serangga, hingga binatang air. Dokumentasi ini adalah harta karun yang luar biasa!
Namun, sayangnya, sebagian dari kekayaan ini telah punah. Burung-burung yang dulu menghiasi langit Manggarai kini terbang jauh. Hutan dan alam kita telah tergerus akibat ulah manusia dan gelombang globalisasi. Yang tersisa hanyalah Lorang Tana Manggarai—identitas terakhir yang perlu kita jaga.
Struktur Buku Pendidikan
Dagun menjelaskan, buku ini akan disusun dalam tiga bagian utama: Pertama, Manusia: Mengenalkan identitas, nilai, dan kebiasaan masyarakat Manggarai. Kedua, Alam: Menjelajahi kekayaan flora dan fauna Manggarai serta hubungannya dengan kehidupan masyarakat. Ketiga, Budaya: Mengupas tradisi, seni, dan ritual yang menjadi jati diri Manggarai.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












