“Di Malaka saat ini sudah bagus karena akademinya sudah ada, tinggal ditindaklanjuti bagaimana agar lembaga-lembaga ini bisa berkompetisi secara rutin setiap minggu,” tegasnya.
Lebih jauh, Fakhri menekankan pengembangan sepak bola usia muda membawa dampak positif yang luas bagi masyarakat Malaka, bukan hanya soal prestasi. Kompetisi yang teratur dapat melindungi anak-anak dari kenakalan hingga perbuatan melanggar hukum.
“Ketika mereka sudah memiliki jadwal kompetisi setiap akhir pekan, pikiran mereka akan terarah pada hal-hal positif. Sepak bola tidak hanya mengajarkan soal kalah atau menang, tetapi juga mengajarkan banyak nilai luhur kehidupan,” tambahnya.
Ia berharap konsistensi program yang dijalankan Bupati Stefanus Bria Seran bersama Wakil Bupati Henri Melki Simu dapat berjalan berkelanjutan. Langkah ini diharapkan tidak hanya mencetak atlet berbakat, tetapi juga membangun karakter generasi muda Malaka.
“Saya berharap dengan semangat kepemimpinan ini, Malaka tidak hanya melahirkan pemain sepak bola hebat, tetapi juga remaja-remaja yang berkualitas dan berkarakter,” lanjut Fakhri.
Terakhir, ia mengingatkan pentingnya membedakan antara turnamen sesekali dengan kompetisi yang berkelanjutan, serta perlunya dukungan fasilitas yang memadai guna menunjang pembinaan jangka panjang sepak bola di Malaka.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












