“Labuan Bajo sebagai lokasi Rakerwil memiliki makna simbolik. Selain menunjukkan kesiapan daerah dalam menyelenggarakan even besar, ini juga mencerminkan semangat keterbukaan dan integrasi antarwilayah di NTT,” tambahnya.
Jehama juga menggarisbawahi pentingnya agenda-agenda diskusi dalam Rakerwil yang menyentuh isu-isu strategis daerah, seperti peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi lokal, serta pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.
Menurutnya, partai politik tidak boleh hanya fokus pada aspek elektoral semata, tetapi juga harus hadir sebagai kekuatan yang mendorong perubahan sosial dan pembangunan.
“Kita ingin NasDem menjadi partai yang tidak hanya bicara kekuasaan, tapi juga menjadi mitra masyarakat dalam memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan. Rakerwil ini harus menjadi titik awal pembaruan semangat perjuangan itu,” ungkap Jehama.
Selain itu, Jehama mengajak seluruh kader di Manggarai Timur untuk mengambil pelajaran dari Rakerwil dan menerapkannya dalam kerja-kerja politik di daerah. Ia berharap hasil Rakerwil mampu diterjemahkan menjadi langkah-langkah konkret yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
Dengan semangat restorasi yang menjadi identitas Partai NasDem, Jehama menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat Manggarai Timur melalui peran legislasi dan kebijakan yang berpihak pada kepentingan rakyat.**(Markus Makur)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












