“Kinerja kita tidak diukur dari banyaknya kegiatan, tetapi dari keakuratan data yang dilaporkan. Data yang tepat akan menentukan kualitas perencanaan pembangunan kita,” tegasnya dalam sambutan.
Ia juga menekankan bahwa setiap data yang diinput akan berfungsi sebagai acuan untuk menentukan kebijakan dan prioritas pembangunan di tahun-tahun mendatang.
Jimmy mengingatkan peserta untuk mengikuti Bimtek ini dengan serius dan tidak menganggap remeh penginputan data. “Jika data yang diinput salah, maka rencana pembangunan pun akan keliru. Kita tidak boleh bermain-main dengan data,” ujarnya.
Camat Jimmy menambahkan bahwa akurasi dan ketepatan waktu dalam penginputan data adalah dukungan nyata terhadap program Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran (SBS), dan Wakil Bupati Henri Melki Simu (HMS), yang mengedepankan pembangunan berbasis data dan kebutuhan nyata masyarakat.
Salah satu KPM peserta pelatihan menyatakan, “Pelatihan ini sangat membantu kami, karena sebelumnya kami sering bingung mengenai cara input. Sekarang, kami merasa lebih percaya diri untuk menyelesaikan pemutakhiran data sesuai dengan tenggat waktu,” ungkapnya.
Dengan data yang valid, pemerintah desa dapat merancang program yang tepat sasaran, mulai dari pengentasan kemiskinan, peningkatan kesehatan ibu dan anak, hingga pemberdayaan ekonomi desa.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












