Namun, kabar mengenai pemotongan sapi tersebut menjadi sorotan. Hingga saat ini, laporan mengenai penggunaan sapi tersebut masih menjadi teka-teki.
“Nahh sampai dengan sore hari ini saya belum dengar laporan dari Simon Nahak bahwa sapi 13 ekor itu sudah dipotong untuk masyarakat atau belum,” ungkap Nubatonis dengan nada kecewa.
Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah sapi-sapi tersebut telah dipotong untuk kepentingan bersama atau justru diambil untuk keuntungan pribadi.
“Jadi bapak ibu sekalian, partai perindo menjadi korban pilkada malaka 2020. Bukti dan fakta semua rakyat malaka saksikan, kami datang dengan 80 mobil serahkan 13 ekor sapi paron, bukan sapi mai, sapi mai menurut hukum adat timor itu tidak baik! Sapi jantan,” tandasnya.
“Saya cerita ini bukan menjelekkan siapa-siapa karena aturan larang! Tapi kami Perindo korban. Para pengurus sudah bawa dokumen-dokumen ke pengacara untuk tuntut minta pulang 13 ekor sapi itu tapi saya bilang tidak usah, saya sapi bayak,” katanya.
Melihat pemimpin yang tidak konsisten, Partai Perindo akhirnya memutuskan untuk mencabut dukungannya dari Simon Nahak dan kembali mendukung pasangan calon SBS-HMS. Keputusan ini diambil demi menjaga kredibilitas partai di mata masyarakat dan untuk memastikan bahwa pemimpin yang dipilih akan lebih menghargai dan bertanggung jawab.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












