Atas dasar tidak ada informasi dari SN-KT tentang keberadaan sapi tersebut, ia pun mengaku di depan masyakat Rinhat untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.
“Kalau kali ini SBS-HMS menang maka saat mau potong sapi saya mau lihat sendiri sapi itu dipotong atau tidak dan dibuat pesta bersama rakyat atau tidak. Jadi saat pemotongan sapi saya yang akan saksikan sendiri,” tegasnya.
Jonathan menegaskan, kalau jadi pemimpin harus sportif kalau tidak rakyat bahaya, dan yang pasti partai juga jadi korban.
“Saya merasa kecewa dengan Simon Nahak, terkait tingkah lakunya dimana pasca terpilihnya Bupati, ia langsung berpindah ke partai lain,” jelasnya.
Setelah SN keluar dari Perindo terang Jonathan, terjadi pemasangan baliho dari partai lain di kediamannya.
Ini menandakan bahwa bukti otentik SN mengkhianati partai Perindo yang telah mengusung dan membesarkannya.
“Sakit hati partai Perindo sampai dengan hari ini. Ya, memang Karena kami korban politik dari Pilkada Malaka 2020.” ungkap Nubatonis dengan nada kecewa.
Tetapi setelah Perindo dukung dan jadi Bupati kata Nubatonis ternyata SN itu tidak konsisten karena kita melihat langsung di tembok rumahnya tempel baliho dari partai lain.
“Oleh karena itu partai Perindo merasa bersalah telah mendukung figur yang akhirnya tidak konsisten terhadap janji-janji politiknya,” terangnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












