“Untuk itu, perlu kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak agar dapat terwujud perubahan yang baik untuk masyarakat,” tambahnya.
Pola pembangunan partisipatif yang melibatkan masyarakat menjadi pendekatan strategis untuk memberdayakan masyarakat sebagai subjek pembangunan dan mengupayakan perubahan perilaku hidup sehat secara berkelanjutan.
Selain itu, Henri Melki Simu, menekankan bahwa “di era saat ini, data adalah kekuatan.” Tanpa data yang tepat, akurat, dan mudah diakses, pelayanan publik, terutama dalam bidang kesehatan, akan berjalan lambat dan kurang tepat sasaran.
Oleh karena itu, kata dia, penting untuk memiliki sistem informasi kesehatan yang tidak hanya menjawab tantangan yang ada, tetapi juga memastikan setiap warga desa menerima layanan kesehatan yang tepat, baik dari segi waktu maupun kebutuhan nyata.
“Sistem ini harus mampu mencatat dan menyampaikan informasi secara terbuka dan akurat kepada masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Wakil Direktur Yayasan UPKP CD Bethesda YAKKUM, Sukendri Siswanto, S. Pd, M. Kes, menyampaikan bahwa website desa akan mendukung perkembangan wisata, penjualan produk-produk desa, serta membantu masyarakat dan investor yang ingin mengeksplorasi potensi pengembangan desa.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












