Ia menjelaskan bahwa aksi ini bukan sekadar demonstrasi damai, melainkan serangan yang berpotensi menunggangi kepentingan politik terselubung, yang dapat merusak integritas kader partai dan stabilitas politik di tingkat daerah. “Kami dari AMPI Malaka melihat pola mencurigakan dalam aksi IMMALA Jakarta ini. Aksi begitu masif dan difokuskan hanya pada satu kasus, sementara kasus-kasus darurat lain di Kabupaten Malaka dibiarkan sunyi,” pungkasnya.
Novianus Cardoso menyoroti selektivitas perhatian yang ditunjukkan dalam aksi tersebut. Ia mempertanyakan mengapa IMMALA Jakarta tidak pernah menyuarakan kasus-kasus serius lainnya yang telah terjadi di Kabupaten Malaka, seperti:
1. Kasus dugaan korupsi proyek RS Pratama Wewiku senilai Rp44,95 miliar, yang telah naik status ke penyidikan oleh Kejati NTT sejak Juni 2025. Penggeledahan di Dinas Kesehatan Malaka dan tuntutan publik untuk pengungkapan dalang korupsi yang merugikan negara justru diabaikan, padahal ini menyangkut kesejahteraan rakyat Malaka.
2. Kasus Seroja, dugaan korupsi dana bantuan pasca-bencana senilai Rp60,4 miliar yang sedang ditangani aparat penegak hukum (APH), termasuk bidikan terhadap mantan Kepala BPBD Malaka. IMMALA Jakarta tak bersuara sama sekali, padahal kasus ini sangat penting karena menyangkut ribuan korban bencana di Kabupaten Malaka.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












