BIDIKNUSATENGGARA.id — Sebagai daerah perbatasan yang menjadi beranda terdepan NKRI, Kabupaten Malaka tidak hanya hadir, tetapi membawa harapan besar bagi ribuan warga pesisir dan nelayan. Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran, berpartisipasi dalam Rapat Koordinasi ASPEKSINDO bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Jakarta, Senin (28/9/26).
Rapat yang dihadiri Bupati dan Wali Kota anggota ASPEKSINDO dari seluruh negeri ini menjadi wadah bagi Stefanus untuk memaparkan potensi sekaligus mengajukan langkah pengembangan terarah bagi daerahnya.
Kabupaten Malaka memiliki posisi geostrategis istimewa. Berbatasan darat langsung dengan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) dan perairan selatan dengan Australia, menjadikannya pintu gerbang perdagangan sekaligus pusat pengembangan ekonomi biru yang prospektif. Sayangnya, kekayaan laut yang membentang dari Wewiku hingga Kobalima baru dimanfaatkan sebesar 14 persen.
Menyadari hal tersebut, Bupati Stefanus mengajukan sejumlah usulan prioritas. Diantaranya, pembangunan Pelabuhan Maubesi, tiga unit Tempat Pelelangan Ikan (TPI), penyediaan alat tangkap bagi nelayan, serta pengembangan tambak garam nasional di empat desa potensial yakni: Weoe, Badarai, Kletek, dan Lakekun.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












