Faktor cuaca juga disebut sebagai penyebab kerusakan, meskipun bukan alasan penghindaran tanggung jawab. Curah hujan tinggi dalam beberapa bulan terakhir diduga memengaruhi stabilitas bangunan baru, termasuk rabat, penahan tanah, dan saluran drainase.
“Kondisi cuaca, khususnya hujan dengan intensitas tinggi, memang cukup berpengaruh. Namun demikian, hal itu tidak mengurangi tanggung jawab kami sebagai pelaksana pekerjaan,” jelas Gusti.
Perbaikan akan dilakukan secara bertahap, disesuaikan dengan kondisi lapangan, guna memastikan ketahanan jangka panjang. “Terkait kerusakan yang timbul akibat hujan dan faktor lainnya, kami sedang perbaiki. Jika terdapat kerusakan pekerjaan minor, baik pada rabat, penahan, maupun saluran, itu akan kami perbaiki,” tegasnya.
Pernyataan ini diharapkan meredam kekhawatiran masyarakat dan pengguna jalan yang bergantung pada ruas vital ini untuk mobilitas harian mereka.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












