Menurut Heri, kebijakan bantuan biaya pendidikan semester akhir yang digagas Bupati SBS merupakan “investasi cerdas untuk masa depan daerah.” Ia menjelaskan lebih lanjut, “Dengan membantu mahasiswa menyelesaikan studi, Kabupaten Malaka sedang membangun sumber daya manusia (SDM) berkualitas yang siap berkontribusi bagi pembangunan Kabupaten Malaka. Bayangkan, lulusan-lulusan ini nantinya kembali ke tanah kelahiran, membawa ilmu dan keterampilan untuk mendorong sektor pendidikan, ekonomi, dan pelayanan publik yang lebih baik. Ini adalah langkah visioner yang akan terasa manfaatnya bertahun-tahun ke depan,” jelas Heri.
Program bantuan biaya pendidikan semester akhir ini secara khusus menargetkan putra-putri daerah yang berada di ambang kelulusan, dengan harapan dapat mengurangi angka putus kuliah akibat kendala ekonomi. Kebijakan ini diharapkan mampu memperkuat akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Malaka.
Sebelumnya, Bupati dr. Stefanus Bria Seran telah menekankan komitmennya untuk memajukan pendidikan sebagai pondasi utama pembangunan daerah. Sebagai dokter yang paham betul urgensi SDM unggul, SBS telah mengalokasikan anggaran daerah untuk program-program pendidikan yang holistik, termasuk beasiswa dan bantuan kuliah. “Pendidikan adalah kunci utama untuk menciptakan generasi unggul. Kami ingin setiap anak Malaka punya kesempatan yang sama untuk meraih mimpi,” katanya dalam salah satu kesempatan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












