BIDIKNUSATENGGARA.id | Saat jenazah Ronaldi Agustinus Berek (24), warga Desa Alas, Kecamatan Kobalima Timur, Kabupaten Malaka, tiba di Bandara Internasional El Tari Kupang pada Senin pagi (5/10/2026), satu hal terlihat jelas bahwa kisah pemulangan jenazah anak perantau bukanlah kisah yang asing bagi warga Malaka.
Sejak lama, Malaka dikenal sebagai salah satu daerah dengan tingkat keberangkatan PMI tertinggi di NTT. Polanya khas, bukan melalui perekrutan resmi, melainkan jaringan keluarga. Mereka yang sudah bekerja di Malaysia mengajak kerabat di kampung untuk ikut merantau.
Ronaldi termasuk salah satunya. Ia berangkat ke Malaysia bersama keluarganya pada tahun 2022 dan bekerja sebagai pengemudi di Kuala Lumpur. Empat tahun kemudian, tepatnya Jumat, 2 Oktober 2026 pukul 06.45 waktu setempat, ia meninggal dunia di usia yang masih sangat muda.
Berdasarkan dokumen resmi, penyebab kematian tercatat sebagai kanker usus serta gangguan fungsi ginjal. Ia tercatat sebagai PMI nonprosedural atau tanpa dokumen keberangkatan resmi.
“Masih muda, belum menikah. Dia anak laki-laki satu-satunya dari tiga bersaudara,” ujar sepupunya, Kristin Jesin Natalia Salem, dengan nada tertahan saat menyambut kedatangan jenazah di Terminal Kargo Bandara El Tari.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












