<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Manggarai Barat Arsip - BIDIK NUSA TENGGARA</title>
	<atom:link href="https://bidiknusatenggara.id/tag/manggarai-barat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bidiknusatenggara.id/tag/manggarai-barat/</link>
	<description>Terupdate dan terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Fri, 15 Aug 2025 11:40:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://bidiknusatenggara.id/wp-content/uploads/2025/08/cropped-512-1-32x32.png</url>
	<title>Manggarai Barat Arsip - BIDIK NUSA TENGGARA</title>
	<link>https://bidiknusatenggara.id/tag/manggarai-barat/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dari Kampung Waedangka ke Kampung Waebouk, Kisah Berjalan Bersama Kaum Terpasung di Nusa Terus Terpasung, Indonesia</title>
		<link>https://bidiknusatenggara.id/dari-kampung-waedangka-ke-kampung-waebouk-kisah-berjalan-bersama-kaum-terpasung-di-nusa-terus-terpasung-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Bidiknusatenggara.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Aug 2023 03:58:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[bidiknusatwnggara]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Berjalan Bersama Kaum Terpasung]]></category>
		<category><![CDATA[Manggarai Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Markus Makur]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bidiknusatenggara.id/?p=3684</guid>

					<description><![CDATA[<p>MANGGARAI,bidiknusatwnggara.com &#124; Suasana alam di kampung itu sangat sejuk. Asri, diapiti beberapa bukit serta pemandangan...</p>
<p>Artikel <a href="https://bidiknusatenggara.id/dari-kampung-waedangka-ke-kampung-waebouk-kisah-berjalan-bersama-kaum-terpasung-di-nusa-terus-terpasung-indonesia/">Dari Kampung Waedangka ke Kampung Waebouk, Kisah Berjalan Bersama Kaum Terpasung di Nusa Terus Terpasung, Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bidiknusatenggara.id">BIDIK NUSA TENGGARA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MANGGARAI,bidiknusatwnggara.com |</strong> Suasana alam di kampung itu sangat sejuk. Asri, diapiti beberapa bukit serta pemandangan alam semesta yang sungguh menakjubkan mata sejauh dipandang. Di tambah dengan berjejeran petak-petak sawah terasering di lereng bukit. Itulah kondisi alam di Kampung Waedangka, Desa Racang, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Sabtu, 22 Juli 2023.</p>
<p>Ada apa di kampung yang berada di sudut dan atau pinggiran dari Nusantara ini. Mengapa kampung itu dipublikasikan, yang berbeda dengan kampung lain di Negeri ini. Tentu memiliki alasan khusus. Bahwa di kampung lembah Waedangka hidup juga manusia bermartabat yang sama dengan manusia universal lainnya di planet bumi. Manusia yang sama dihadapan Sang Pencipta dan sama-sama dilahirkan di lembaran buku bumi ini. Dan juga manusia lahir dari dan karena kerapuhan manusiawi, manusia fana, manusia yang mudah sakit dan manusia pasti mati.</p>
<p>Siang itu sinar matahari sudah sangat terik. Matahati kami juga disinari cahaya Sang Ilahi untuk bergegas dari Pastoran Paroki Orong, Kevikepan Labuan Bajo, Keuskupan Ruteng. Sebelum kami bergegas dan melangkah dari rumah Pastoran Paroki itu, kami dihentikan sementara oleh ibu-ibu yang bekerja di Pastoran itu agar makan siang. Hidangan sudah tersedia di meja makan, Sabtu, (22/7/2023) jam 11.30 wita.</p>
<p>Artikel <a href="https://bidiknusatenggara.id/dari-kampung-waedangka-ke-kampung-waebouk-kisah-berjalan-bersama-kaum-terpasung-di-nusa-terus-terpasung-indonesia/">Dari Kampung Waedangka ke Kampung Waebouk, Kisah Berjalan Bersama Kaum Terpasung di Nusa Terus Terpasung, Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bidiknusatenggara.id">BIDIK NUSA TENGGARA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemuda Penjaga Penyelamat Kampung Gelar Konservasi Puar Merok Pada Peringatan Hardiknas</title>
		<link>https://bidiknusatenggara.id/pemuda-penjaga-penyelamat-kampung-gelar-konservasi-puar-merok-pada-peringatan-hardiknas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Bidiknusatenggara.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 May 2023 04:14:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Bidiknusatenggara]]></category>
		<category><![CDATA[Manggarai Barat]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<category><![CDATA[P3K Lakukan Konservasi Puar Merok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bidiknusatenggara.id/?p=2544</guid>

					<description><![CDATA[<p>MANGGARAI BARAT,bidiknusatenggara.com-Keprihatinan akan Krisis Ekologi yang terjadi di Puar Merok, Desa Golo Keli, Kecamatan Ndoso,...</p>
<p>Artikel <a href="https://bidiknusatenggara.id/pemuda-penjaga-penyelamat-kampung-gelar-konservasi-puar-merok-pada-peringatan-hardiknas/">Pemuda Penjaga Penyelamat Kampung Gelar Konservasi Puar Merok Pada Peringatan Hardiknas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bidiknusatenggara.id">BIDIK NUSA TENGGARA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>MANGGARAI BARAT,bidiknusatenggara.com-Keprihatinan akan Krisis Ekologi yang terjadi di Puar Merok, Desa Golo Keli, Kecamatan Ndoso, Kabupaten Manggarai Barat, mendorong sejumlah relawan muda pecinta lingkungan untuk menggelar aksi konservasi dan talkshow bertajuk ekopedagogi. Komunitas dengan nama Pemuda Penjaga dan Penyelamat Kampung (P3K), dampingan JPIC OFM Indonesia berhasil menghimpun kurang lebih 150 orang untuk hadir dan terlibat aktif dalam konservasi Puar Merok pada Hari Selasa, 02 Mei 2023.</strong></em></p>
<p>Lian Kurniawan, ketua pelaksana kegiatan, saat menyapa para peserta, menegaskan bahwa “kegiatan yang diselenggarakan ini bertolak dari keprihatinan yang mendalam atas kerusakan ekosistem hutan adat Puar Merok akhibat pembabatan liar oleh warga untuk mengambil hasil hutan berupa kayu demi memenuhi kebutuhan akan kayu bakar”.</p>
<p>“Sebagai Kelompok Komunitas Pemuda Penjaga Penyelamat Kampung, kami merasa bahwa krisis ekologis yang sedang melanda Puar Merok tidak boleh dibiarkan atau diperbincangkan begitu saja, melainkan harus ditemukan alternatif pemulihan kembali ekosistem hutan serta vegetasi pohon-pohon lokal yang semakin hari semakin berkurang dan hilang. Atas dasar inilah, kami melibatkan orang-orang yang berkehendak baik untuk datang, melihat dan beraksi”, tandasnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://bidiknusatenggara.id/pemuda-penjaga-penyelamat-kampung-gelar-konservasi-puar-merok-pada-peringatan-hardiknas/">Pemuda Penjaga Penyelamat Kampung Gelar Konservasi Puar Merok Pada Peringatan Hardiknas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bidiknusatenggara.id">BIDIK NUSA TENGGARA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
